PERAN BELA NEGARA DAN LITERASI DIGITAL DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN NASIONAL

 

"Peran Bela Negara dan Literasi Digital dalam Memperkuat Ketahanan Nasional"

Hasil diskusi bersama kelompok 1:

1.     Maftuhatul Rizqiyah (241320000805)

2.     Desvinka Clara Ayudyawati (241320000815)

3.     Defania Ayu Firmansyah (241320000819)

4.     Arinda Amelia Sari (241320000826)

5.     Chika Ayu Rahmadilla (241320000837)

6.     Ria Dwi Octaviani (241320000843)



Ketahanan nasional sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai tantangan seperti radikalisme, hoaks, dan perpecahan sosial. Ketahanan ini mencakup berbagai aspek kehidupan berbangsa—mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan (Yulianto & Hermawan, 2020).

Bela negara di era modern bukan hanya soal angkat senjata, tetapi mencakup tindakan sederhana seperti menaati hukum, menjaga toleransi, dan bijak menggunakan media sosial . Partisipasi aktif warga dalam menjaga stabilitas sosial adalah bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan nasional.

Pendidikan karakter yang diperkuat di sekolah, seperti yang diatur dalam Permendikbud No. 87 Tahun 2017, menjadi langkah strategis untuk menanamkan semangat bela negara sejak dini . Selain itu, peningkatan literasi digital sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu dan provokasi (Nugroho, 2020).

Ketahanan nasional hanya akan berhasil jika ada kesadaran kolektif dari semua pihak. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk menjaga kesatuan bangsa.



Bela negara bukan hanya tentang angkat senjata, tetapi juga mencakup sikap aktif warga negara dalam menjaga kedaulatan bangsa, terutama di era digital. Saat ini, ancaman terhadap negara tidak hanya datang secara fisik, tetapi juga melalui penyebaran hoaks, radikalisme digital, dan disinformasi yang dapat memecah belah persatuan.

Menurut Direktorat Bela Negara Kemhan RI (2020), generasi muda perlu dibekali literasi digital agar mampu menangkal ancaman non-fisik terhadap ideologi dan keutuhan NKRI. Sementara itu, dalam jurnal Jurnal Pertahanan & Bela Negara oleh Suyanto (2021), disebutkan bahwa bela negara kini harus dipahami sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga keutuhan bangsa melalui kontribusi di bidang sosial, ekonomi, teknologi, dan budaya.

Dengan demikian, kesadaran bela negara di era digital harus ditanamkan melalui pendidikan karakter dan penguatan literasi media agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan dan tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan di ruang maya.

 

 

Referensi :

Nugroho, A. (2020). Pendidikan Pancasila dan Bela Negara di Era Digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 310–320.

Yulianto, A., & Hermawan, B. (2020). Ketahanan Nasional Sebagai Pilar Utama Menjaga Keutuhan NKRI. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 10(2), 100–112.

Direktorat Bela Negara. (2020). Modul Pendidikan Bela Negara. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Suyanto. (2021). “Peran Generasi Muda dalam Menjaga Ketahanan Nasional di Era Digital.” Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 11(1), 45-60.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEKERASAN DAN PEMBUNUHAN DILUAR HUKUM OLEH APARAT